16 Juli, 2008

Ada Emas di SIM Card dan HP Bekas. SERIUS!

Posted in Information and Technology, Umum tagged , , , pada 8:38 am oleh Ade Pangayungan

Ini bukan hoax (cerita bohong). Tahukah Anda bahwa logam emas merupakan penghantar elektonik yang bagus? Oleh sebab itu ia digunakan dalam berbagai rangkaian elektronik.

Nah baru-baru ini sedang dimulai heboh perburuan emas di peranti elektronik bekas. Heboh yang paling heboh terjadi pada perburuan SIM Card bekas. Ya, akibat jor-joran promosi operator seluler SIM card bekas terdapat di mana-mana.

Tingkat churn (ganti operator) di Indonesia sangat tinggi, sehingga sudah jamak jika kartu perdana dibeli hanya untuk digunakan sekali saja. Diambil pulsanya, setelah itu dibuang, ganti dengan kartu baru.

Coba simak artikel di Tabloid Sinyal edisi 41 Th IV 12-25 mei yang beredar mulai hari ini: Menurut seorang petinggi Telkomsel, persaingan yang ketat membuat tingkat churn sangat tinggi. Untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta sebulan seperti saat ini, Telkomsel harus menjual 12 juta kartu perdana (starter pack – SP). Ini berarti, dari Telkomsel saja ada 10,5 juta kartu SIM yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum lagi dari PT Indosat, Excelcomindo (XL), dan delapan operator komunikasi nirkabel lainnya, yang total sebulan bisa sampai 25 juta “kartu mati” yang kalau per kartu beratnya 2 gram, maka jumlahnya sekitar 50 ton.

Jika semua itu berhasil dikumpulkan dan diambil logamnya, akan didapat sekitar 25 kilogram emas sebulan, belum lagi tembaganya yang bisa sampai 100 kg. Dengan melumatkan 10.000 ponsel bekas atau seberat satu ton kalau rata-rata per ponsel beratnya 100 gram, akan didapat 150 gram emas, 100 kg tembaga dan 3 kg perak. Belum dihitung dari plastik, atau juga timahnya yang juga didapat. Logam-logam tadi bisa dijual dalam bentuk ingot (logam bahan baku) yang harganya sudah cukup lumayan, karena kadarnya 99,99% atau kalau emas 24 karat.

Kalau mengikuti harga emas dunia yang Rp 300.000 per gram, tiap bulan dari kartu SIM dan RUIM bekas saja bisa didulang harta sedikitnya Rp 7,5 miliar, padahal modalnya 25 juta kali Rp 100, hanya Rp 2,5 miliar. Pendapatannya akan bertambah dengan penjualan tembaga yang bisa sampai Rp 1 miliar, juga karton yang dilebur jadi bubur kertas. Sepuluh ribu ponsel bekas yang dibeli sekitar Rp 10 juta, menghasilkan emas senilai Rp 45 juta dan tembaga Rp 1miliar, belum dari penjualan perak dan timah.

Padahal, menurut PC World 28 April 2008, satu ton ore dari tambang emang saja rata-rata hanya menghasilkan sekitar 5 gram (0,18 ounce), sementara satu tom ponsel bekas bisa menghasilkan 153 gram (5,3 ounce) atau lebih. Selain emas, satu ton ponsel bekas juga mengandung sekitar 100kg tembaga dan 3kg perak. Jadi? Tertarik gold rush ini? saya juga… tapi gimana cara pengolahannya ya? hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: